Unknown




1. BUAH TIN
Empat Fakta Sains Buah Tin: ;

Pertama, Buah tin merupakan golongan tumbuhan berasal dari jenis Ficus:

Adalah dari keluarga Tut Moraceae yang namanya diambil dari tut putih alba Morus, yang terakhir ini merupakan simbol dari keluarga tersebut.

Jika di bandingkan antara buah tut dan tin seperti pada gambar di atas, maka nampak yang pertama berbentuk tin yang terbalik bunga-bunganya sebagaimana terlihat pada stand bunga, berbeda dengan tin yang bunga-bunganya terdapat dalam bungkusan, dan tidak bertemu di luar kecuali melalui pembuka diatas bungkusan, semua tergolong jenis buah. (Lihat: Gambar perbandingan antara buah tut dan tin di atas ini).

Menurut ahli Biologi pohon tin dari jenis Ficus terdapat 700 jenis, tersebar diseluruh pelosok dunia, umumnya paling banyak dikenal masyarakat luas adalah diantaranya jenis yang dipergunakan untuk decorasi rumah, apartemen dan koridor-koridor building seperti jenis Benjamina Ficus. Dan jenis untuk menghias taman-taman seperti Ficus macrophylla. Ada juga jenis lain untuk penghias jalan dan trotoir seperti Ficus microcarpa yang banyak terdapat di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Jenis tin yang akan kita kaji disini adalah jenis Ficus carica, yang dikenal dalam darijah Marocain (Maroko) dan masyarakat Afrika Utara dengan “karmouss” yang masih segarnya dan "chereha" yang sudah dikeringkan, tumbuh banyak di daerah Laut Tengah dimana merupakan daerah asal pohon tin tersebut.

Fakta Kedua, Tentang Biologis Tin dan Beberapa Keistimewaannya:

   1. Buah Tin: Adalah ibarat sebuah bungkusan yang didalamnya terdapat ratusan bunga-bunga tersebar diatas stand bunga, terbagi kepada dua macam (Lihat: Buah Tin Ibarat Bungkusan): Gambar pertama, bunga jantan terdapat pada bagian dekat mulut bungkusan, berperan secara umum dalam proses pembuahan. Dan gambar kedua, bunga-bunga betina tersebar pada bagian moncong yang berperan mensuplai ransum makanan dan mengontrol perkembangan binatang-binatang, atau menproduksi buah setelah terjadi proses pembuahan.
   2. Pohon Tin Jantan dan Betina: Sebagai fungsi utamanya mengontrol buah matang yang tumbuh dari pohon tin, dapat diklasifikasikan pohon ini kepada dua jenis: Pohon jantan Cnaprifiguier, merupakan tempat indo kos lebah-lebah pembuah, dan buah dari pohon ini digunakan untuk reproduksi dan berkembang biak bagi lebah-lebah tersebut, serta buahnya tidak bisa dimakan manusia. Dan jenis Pohon betina Figuier Domestique, yang menampung lebah-lebah yang membawa benih pembuahan pada bunga-bunga tin betina, dan menghasilkan buah tin yang matang dan lezat dimakan.
   3. Tin dan Lebah Khusus Membuahinya: Lebah Blastophaga psenes dari keluarga Agonidae memainkan peranan sangat penting pada proses pembuahan tin Ficus carica, karena jenis tin ini tidak dapat dibuahi kecuali melalui lebah khusus itu. Dan sebagaimana lebah jenis ini tidak bisa melahirkan dan berkembang biak kecuali di dalam jenis buah tin tersebut.  

Fakta Ketiga, Tin dan Periode Pembentukan Buahnya:

    * Pohon Tin Jantan Caprifiguier, berperan penting pada perkembangan jenis tin, merupakan penampungan lebah-lebah. Silih berganti di atas dahan pohon ini pada tiga generasi buah tin. Ketiga generasi itu adalah: (Mamme, Profichi dan Mammoni). Diantaranya ada dua generasi yaitu Mammoni dan Mamme) merupakan tempat pertumbuhan lebah dan mempertahankan kelanjutan jenisnya, lebah penghuni dua generasi buah tin ini tidak memainkan peranan dalam proses pembuahan bunga-bunga tin. Adapun generasi yang ketiga yaitu disebut dengan Tin Profichi, inilah yang berperan memindahkan benih buah ke bunga-bunga tin betina. Dan bunga-bunga betina ini menyuplai makanan bagi lebah-lebah, Tin Mamme bertanggung jawab memelihara kelangsungan kehidupan bagi lebah-lebah tersebut, SubhanalLah...
    * Pohon Tin Betina: Pohon ini juga memiliki tiga generasi seperti di atas (Mamme, Mammoni dan Profichi), dan tin Mammoni betina merupakan generasi yang menerima lebah-lebah pembuah yang datang dari tin Profichi jantan serta membentuknya menjadi buah yang matang dan siap di konsumsi manusia.

Fakta Keempat, Tin dan Proses Penyebarannya:
Selain dengan cara pembibitan yang dilakukan oleh petani dan menyebarkan ke perkebunan-perkebunan serta lahan-lahan hijau, ada juga andil binatang-binatang tertentu seperti burung-burung dan binatang-binatang mamalia jenis kecil menyebarkan tin ini ke daerah-daerah tertentu….

2. BUAH ZAITUN
  Pohon Mulia Tertua di Dunia:

    Allah SWT berfirman: "Dan pohon kayu keluar dari Thur Sinai", yaitu "Pohon Zaitun" sebagaimana telah disepakati oleh semua ahli tafsir dan pakar-pakar islam lainnya.

    Pohon zaitun merupakan salah satu pohon tertua yang tumbuh dimuka bumi, daunnya selalu hijau yang tingginya mencapai 15 meter. Pucuk daunnya sedang (tidak besar dan tidak pula kecil), berbunga kemudian menghasilkan buah setelah berusia 4 tahun dan akan memproduksi buah secara terus-menerus selama sekitar 2000 tahun. Pohon zaitun berumur panjang, hingga satu pohon usianya bisa mencapai 5000 tahun.

    Oleh sebab itu, Allah mengistimewakannya dan menyebutnya sebagai pohon mulia. Hanya pohon zaitunlah satu-satunya memperoleh predikat tersebut. Zaitun tergolong jenis pohon-pohonan penghasil minyak, mampu beradaptasi dengan musim kering yang berkepanjangan. Ia tumbuh dengan amat pelan tetapi umurnya sangat panjang.

    Pohon-pohon zaitun rata-rata berumur panjang, sekalipun dahan dan batang-batangnya telah mati, pohon zaitun mampu untuk tumbuh kembali dan menghidupkan lagi pohonnya dengan dahan dan tangkai-tangkai baru.

    Dikisahkan bahwa seekor burung merpati meninggalkan bahtera Nuh as ketika peristiwa topan besar, kemudian merpati putih itu pulang sambil membawa pucuk tangkai zaitun, menandakan bahwa murka Allah telah berakhir pada kaum Nuh as, dengan demikian menjadilah zaitun sebagai simbol perdamaian.

        Pohon Thur Sinai Moyang Zaitun:

    Pohon zaitun telah dikenal manusia purba sejak ribuan tahun lalu, tergolong pohon tertua di dunia. Lukisan-lukisan pohon zaitun banyak memenuhi tempat-tempat peninggalan Mesir kuno pada kuburan-kuburan Fir'aun. Kawasan Timur Tengah merupakan negeri asal pohon zaitun. Para ahli sejarah dan riset menyebutkan bahwa pohon ini berpindah dari kawasan Timur Tengah menuju ke Eropa kemudian ke bagian-bagian dunia lainnya.

    Berdasarkan ilmu botani dan al-Qur'an, para ahli tersebut merincikan lebih detail bumi asal pohon zaitun, yaitu "Bukit Thur Sinai". Allah berfirman:

        Artinya: "Dan pohon kayu keluar dari Thur Sinai (pohon zaitun)"

    Kitab-kitab tafsir (klasik dan modern) semua berkomentar bahwa pohon yang dimaksud oleh ayat adalah "Pohon Zaitun". Adapun kata "Takhruju" (keluar): menunjukkan bahwa bumi asalnya adalah bukit Thur Sinai, kemudian dari sanalah keluar kepelosok-pelosok dunia dan dikenal luas umat manusia. "Wallahua'lam".
0 Responses

Posting Komentar