Suatu hari, di siang hari yang panas pada jam pulang sekolah …
“Shan…shan..Ashantiiii” panggil Keyshia dengan sekuat tenaga sambil terus berlari mengejar teman baiknya itu.
Memang sudah dua hari ini sahabat baiknya Ashanti menghindarinya terus.
Namun, dia terus berusaha agar Ashanti mau mendengarkannya dan mau
memaafkannya.
Akhirnya Keyshia mendapatkan pergelangan Ashanti setelah itu dia
memegangnya kuat-kuat “Shan..dengarkan penjelasanku dulu, baru kau
boleh pergi.”
“Apa-apan sih, lepaskan gak ! Lepaskan, atau aku akan…” jawab Ashanti
dengan teriakannya namun terpotong. “Akan apa ? Aku gak akan peduli kamu
mau berbuat apa kepadaku nanti, tapi dengarkan aku dulu sebelumnya.”
Jawab Keyshia yang tidak mau kalah.
“hmm..” Ashanti menghela nafas dengan kesalnya, lalu membuang muka
karena dia tidak mau memandang sahabatnya itu. Memang insiden kecil
beberapa hari lalu membuatnya benci setengah mati kepada sahabatnya itu.
“Dengarkan ! Aku sama sekali tidak mempunyai niat apa-apa untuk
menyakitimu dan membuatmu malu pada pesta topeng beberapa hari lalu.”
“Hah ? Aku gak salah dengar kan ?! Lalu apa maksudmu menyiram gaunku
dengan segelas jus pada pesta itu, lalu untuk apa juga kau memberiku
kado berupa beberapa ekor katak yang melompat dan dengan cepatnya masuk
ke dalam rambutku sehingga membuatku tampak seperti orang bodoh didepan
semua orang di sekolah ini pada acara pertukaran kado untuk sahabat di
pesta itu.” Ashanti menjelaskan semua itu dengan cepat.
“Aku tidak merencanakan semua itu terjadi kepadamu.” Jawab Keyshia
dengan polosnya. Namun Ashanti tetap tidak percaya padanya. “Huh..lalu
siapa ? Hantu maksudmu ?! Jangan membuat alasan yang konyol”.
Keyshia tampak berpikir selama lima detik lalu sampai akhirnya dia
menjawab “Aku tidak tahu. Tapi..percayalah kepadaku. Aku tidak pernah
berniat jahat padamu. Itu alasanku.”
Ashanti mendengus kesal untuk beberapa kalinya, “Hanya itu alasanmu ?
Buang-buang waktu saja. Lalu untuk apa aku harus percaya kepadamu ?”
“Karena aku sahabatmu, ku mohon percayalah” Jawab Keyshia meyakinkan.
“Kalau aku tidak percaya, kau mau apa ?” tambah Ashanti sinis.
“Itu urusanmu, kaulah yang berhak menentukan.” Tiba-tiba Risti datang
dan ikut angkat bicara. “Huh..satu pengacau lagi datang” dengus Ashanti
kesal.
“Kenapa sih..kau berubah sejak bergabung dengan Debi, Zeze dan Lydia.
Tahu gak ?! Mereka semua hanya ingin memanfaatkanmu dan mungkin mereka
semua yang menyebabkan itu semua terjadi kepadamu” jawab Risti dengan
kesal.
“Omong kosong ! Aku sama sekali tidak percaya kepada kalian semua. Dan
asal kalian tahu, mereka semualah yang membuatku bisa pacaran dengan
David, cowok yang selama ini aku kagumi, bukan kalian.”
‘TIN-TIN’tiba-tiba ada suara klakson mobil berwarna merah muda. Mobil
itu kemudian menepi mendekati pertengkaran ketiga sahabat baik itu. Dan
kemudian, jendela mobil itu terbuka. Terlihatlah ada tiga perempuan muda
di dalamnya yang mengenakan pakaian seragam yang sama seperti ketiga
sahabat itu. Salah satu perempuan yang mengendarai mobil itu akhirnya
memulai untuk berbicara.
“Hey Shan ! kamu kok belum pulang ?” kata perempuan yang bernama Debi
itu. Kemudian, Ashanti melirik ke arah kedua sahabatnya itu untuk
memberikan isyarat kepada mereka.
“Ohhh…itu masalahnya. Kamu di gangguin sama dua makhluk pengacau ini
lagi ya..” kata wanita yang satu lagi bernama Zeze.
“Kayanya supir kamu telat lagi deh. Udah yuk ikut sama kami aja
daripada nunggu terus. Apalagi di temenin sama para pengacau ini.” Kata
Lydia ikut menambahkan.
“Thanks ya, memang kalian semua yang paling mengerti” kata Ashanti
seraya masuk ke dalam mobil. Sementara itu, Keyshia dengan Risti hanya
dapat melihat mereka pergi menjauh dengan pandangan yang sangat
menyakitkan hati karena mengingat teman mereka telah berubah 1800.
Keesokkan harinya di perpustakaan sekolah…….
Seorang siswi sedang menuju meja penjaga perpustakaan dengan langkah
yang sangat takut mengingat penjaga perpustakaan di sekolahnya itu
terkenal sangat galak. “Permisi, aku mau minta maaf karena aku telat
membalikkan buku ini. Jadi berapa denda yang harus aku bayar ?” tanyanya
sambil menunduk dalam.
“Ashanti, mau mengembalikkan buku ya ? tanggal berapa kau pinjam buku
tersebut ?” kata penjaga perpustakaan itu ramah. ‘Tak seperti biasanya
ramah dan suaranya pun berbeda, lebih lembut, serta ku rasa aku
mengenalnya’Ashanti berbicara pada dirinya sendiri. Ketika itu, dia pun
langsung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa penjaga perpustakaan
tersebut.
“Eh Dio, sedang apa di sini ?” tanyanya heran kepada temannya tersebut.
“Kau jangan heran ! Aku di sini hanya menggantikan posisi Pak Bastari
karena beliau sedang sakit.” kata Dio menjelaskan.
“Huf, untunglah ! Aku pinjam buku ini pada 5 hari yang lalu, maaf baru
mengembalikkannya sekarang karena banyak hal-hal yang harus aku cerna
berhubung kata-katanya sulit di mengerti” tutur Ashati lugas.
“Ohhh….Ya sudah sinikan bukunya! kau tidak perlu membayar
dendanya.”kata Dio dengan muka yang tersenyum kepada Ashanti. Jelas dia
sangat baik kepada Ashanti karena Ashanti lah gadis yang menjadi cinta
pertamanya di sekolah tersebut. Namun, dia masih ragu bahkan belum
sempat untuk mengutarakan perasaannya tersebut sehingga dia sangat
menyesal begitu mendengar kabar bahwa Ashanti telah berpacaran dengan
David.
“Terima kasih ya ! kau memang teman yang sangat baik, kalau begitu aku
kembali ke kelas dulu ya. Selamat bekerja menggantikan Pak Bastari” kata
Ashanti ramah seraya pergi berlari meninggalkan perpustakaan tersebut.
Aneh memang jika Ashanti kerap selalu merasa sangat nyaman dan bisa
tersenyum lepas jika berada di dekat Dio, temannya itu.
Ketika itu pada jam istirahat, setelah Ashanti pergi ke Perpustakaan,
berhubung kelasnya berada di lantai tiga dia pun menaiki tangga untuk
pergi ke kelasnya. Tapi pada saat dia menaiki tangga yang berada di
lantai dua, dia melihat dua sosok yang saling bergandengan tangan dan
sudah tidak asing lagi untuknya, yakni Zeze dengan David. Seketika itu,
dia pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke kelas dan dia pun segera
kembali ke bawah lagi untuk menuju ke toilet. Di dalam salah satu toilet
dia pun menangis tanpa hentinya. Bagaimana tidak ?! Pangeran yang
selama ini dia sukainya dan sudah menjadi miliknya malah jalan dengan
wanita lain, dan itu dengan temannya sendiri. ‘Brak’ terdengar suara
pintu utama toilet di banting dengan kerasnya. Dan terdengarlah suara
dua orang siswi yang sedang tertawa dengan keras, dan lagi
“Ha…ha..ha..ga nyangka banget ya kalau si Ashanti itu bisa kita
manfaatkan, apalagi selama ini dia ga sadar kalau di manfaatkan. Dengan
begitu kita bisa terus-terusan minta jawaban ulangan sama dia” kata
salah satu siswi tersebut.
“Ha..ha iya juga ya, apalagi dia ga sadar sama sekali kalau kita gak
pernah menjodohkan dia sama si David, ya iyalah David kan pacaran sama
si Zeze yang super cantik, mana mungkin dia mau pacaran sama Ashanti
kalau gak di suruh sama kita”kata siswi satunya lagi. “Bukan kita tapi
aku ! Aku kan yang sepupunya david” kata siswi pertama menegaskan.
“Iya deh aku tahu bahwa Debi adalah sepupunya David. Oh ya, ada satu
lagi kebodohan Ashanti yakni dia gak sadar sama sekali kalau yang
mengerjainya pada pesta topeng waktu itu adalah kita” kata siswi yang
bernama Lydia tersebut.
“Yuk kita pergi dari sini ! Aku gak betah berlama-lama jika ada di
sini”kata Debi seraya meninggalkan toilet tersebut di ikuti dengan Lydia
di belakangnya. Betapa sakit dan perihnya hati Ashanti saat itu ketika
mendengar percakapan mereka secara langsung mengenai dirinya. Ashanti
menangis sambil berpikir bahwa dirinya telah bodoh membuang teman-teman
baiknya, yakni Keyshia dan Risti.
Ketika jam pulang sekolah tiba, murid-murid pun berjalan keluar
berhamburan tak terkecuali dengan Ashanti yang berjalan keluar dengan
tubuh yang gontai. Dia pun tak peduli terhadap orang-orang yang kerap
dia tabraknya, saat itu dia hanya berjalan lurus mengikuti langkah
kakinya yang ingin cepat-cepat pergi dari sekolah tersebut. Karena air
mata terus berderai di wajah manisnya maka dia terus berjalan dengan
wajah yang tertunduk. Di persimpangan jalan terdapat mobil besar yang
melaju dengan cepatnya, karena Ashanti terus berjalan dengan tidak
hati-hati maka seketika itu dia terkejut ketika dia melihat sebuah mobil
melaju ke arahnya. Saat itu tubuhnya pun seakan-akan kaku untuk di
gerakkan dan dia pun terdiam saat mobil itu terus melaju ke arahnya dan
akhirnya…….
Pandangan Ashanti tidak jelas saat membuka matanya untuk sadar
kembali dan ketika itu ada dua orang yang tidak asing lagi baginya yang
sedang berada di samping kanan dan kirinya.
“Key-Keyshia, Risti, aku di mana ?” tanyanya heran. “Kau sekarang ini
sedang berada di rumah sakit karena kecelakaan satu jam yang lalu. Apa
kau masih ingat” tanya Risti balik. “ Ya, aku masih ingat. Tapi
bagaimana aku bisa selamat ?” tanya Ashanti masih heran. “Tadi yang
menyelamatkanmu adalah Dio, sedangkan kau tadi cuma pingsan dan tidak
mengalami luka sedikitpun” kata Keyshia ikut menjelaskan.
“Dio ?! Bagaimana keadaan dia sekarang ? Apa dia terluka ?” tanya
Ashanti khawatir. “Oh..Dio tidak mengalami luka yang parah kok, justru
dia malah khawatir tentang keadaanmu sehabis kecelakaan tersebut dan dia
sekarang berada di ruang sebelah karena masih harus di periksa dokter”
kata Risti menenangkan.
Kemudian, setelah itu Risti dan Keyshia pun mulai bercerita tentang
kejadian kecelakaan yang baru menimpa Ashanti dan juga bercerita
bagaimana keadaan saat Dio menolongnya, serta bercerita bagaimana mereka
bisa berada di rumah sakit untuk menemani Ashanti dan Dio sehabis
kecelakaan tersebut. Sedangkan Ashanti juga bercerita tentang kepedihan
yang dialaminya kepada dua orang teman baiknya itu.
“Keyshia, Risti aku boleh tidak berteman lagi dengan kalian dan menjadi
sahabat kalian lagi, aku sungguh menyesal telah berbuat kasar pada
kalian semua, maka dari itu aku minta maaf kepada kalian” kata Ashanti
penuh penyesalan.
Seketika itu Keyshia dan Risti saling bertatapan untuk beberapa saat,
dan kemudian mereka menjelaskan bahwa mereka sudah memaafkan semua
kesalahan Ashanti dan mau menerima Ashanti menjadi sahabat mereka
kembali.
“Baiklah aku akan berjanji aku tidak akan menyakiti diri kalian lagi
dan aku juga akan bersumpah akan menjaga persahabatan kita sampai kapan
pun” kata Ashanti bersemangat. “Ah, tidak perlu dilebih-lebihkan seperti
itu” ujar Risti ikut senang.
“Apa sih yang dilebih-lebihkan ? Boleh tahu tidak ?” kata Dio datang
tiba-tiba. “Eh Dio kau tidak apa-apa kan ?” tanya Ashanti cemas. “Ya,
yang seperti kau lihat aku tidak apa-apa” kata Dio meyakinkan.
“Terimakasih Dio, atas pertolonganmu aku bisa selamat” ujar Ashanti
senang. “Ah, itu cuma hal kecil, tidak perlu dibesar-besarkan” kata Dio
merendah.
Setelah kejadian itu akhirnya Ashanti dapat kembali menjalin ikatan
persahabatan yang sempat terputus dengan Risti dan Keyshia. Serta
akhirnya dia dapat menyadari siapa cinta sejati yang ada didalam hatinya
itu sehingga pada akhirnya dia dan Dio menjadi sepasang kekasih.
Sementara itu Debi, Zeze, dan Lydia harus berusaha keras agar
mendapatkan tempat menyontek untuk jawaban ulangan mereka. Dan pada
akhirnya juga David sering merasa kerepotan karena dia kerap dijadikan
pembantu dadakan oleh sepupunya sendiri, yakni Debi sehingga dia harus
melaksakan apa-apa yang di perintahkan Debi karena Debi tak mampu lagi
memanfaatkan Ashanti.
Dan persahabatan yang akan dijalin Ashanti terus bersama Risti dan
Keyshia siap menghadapi lembaran-lembaran baru didalam kehidupan
sehingga persahabatan mereka tak akan lekang oleh waktu.
thanks for reading

Posting Komentar