Oleh Vury Ariantika
Aku haru melihat api menyulut wajahmu
Dulu selalu dingin yang kau tamparkan setiap kali aku merintih,
setiap kali aku bercerita
Satupun bahasamu tak kau ucapkan , ya kan?
Tapi apa ? Kini masa mengubahmu , haru biru hatimu selalu terlontar ketika tubuhku bergerak kesana kemari , lantunan petuahpun tak lupa kau bagi.
Haii,, mungkin nggak itu kado kebahagiaan untukku ?
Atau mungkin aku yang terlalu mengumbar perasaan .
Waktu kian memastikan diri.
Yahh tepat sekali firasatku ini , mulutmu mulai membusa dengan sejuta riuk keromantisan
Seperti gelatik, kicaumu riang saat kita berjalan menapaki ilalang , hilang semua senduku
Karna kini waktu tlah membawa mu menjadi sosok yang berada satu baris didepan ku ketika aku bersujud


Posting Komentar